Menjelajahi Dunia Kecil Kami

Beratus tahun Tuhan mencipta dunia ini

Begitu luas dan lapang tuk dijelajahi.

Dalam jejak kecil ini. Dalam rintihan sepi ini.

Alam bergerak mengikuti sabda Ilahi yang teramat bijak.

Tak ada pergolakan apalagi penolakan.

Hanya terpancang ketegasan dari kekuatan sunyi ini.

Dalam tanah merah ini, diatas biru air ini, dinaungi putih awan diatas sana

Aku hanya terpaku pada jejak langkah ini.

Tegak terjurus selaksa pedang yang terhunus.

Berdiam di raungan petir putih yang menyiratkan kedahsyatannya.

Dunia teramat luas, tapi bagiku hanya sepetak kecil tanah merah tempatku berdiri inilah yang disebut dunia.

Selebihnya hanya fana.

Kosong.

Dan bohong.

Nyata berdesakan menyerang teguh pendirianku.

Meyakinkankanku bahwa dunia itu bagian dari keindahan Tuhan.

Selaksa air terjun yang menghujam anggun pada tanah dibawahnya.

Seperti awan berarak yang terseok pecah oleh hembusan angin muson.

Bencana demi bencana membuatku makin terperangah.

Dunia kecil ini tak kunjung sejahtera.

Didera derita. Diradang duka.

Terpelosok dalam lingkar lembah rendah yang mengrogoti hingga ke sumsum.

Seperti ditampar daun berduri lebat.

Semua angan dan mimpiku dipaksa turun dari singgasana terhormatnya.

Tertindih dengan seluruh keputusasaan dan kegamangan yang menggelanyut.

Hanya mampu merintih dan menjerit hampa dalam kungkungan ketidakberdayaan.

Mungkin telah tertakdir bagi dunia kecil ini tuk terus bergumul dengan kebobrokan dan kenistaan.

Selingan-selingan kecil bagai terpaan angin sepoi pun pernah ku rasakan.

Sesaat, sebelum semua terjerembab dan ditarik paksa dari imaginasi liarku.

Layaknya seongok daging yang tak bertuan, dunia kecil ini dipontang-panting kesana kemari.

Ironis. Tragis. Biadab.

Seluruh duniaku tak mampu bersuara di kerasnya kebohongan.

Terpasung dan terkurung bersama kepengecutannya.

Sampai-sampai telah berkulit daging rasa itu

Hingga menjadi lapis dari tanah merah dunia kecil ini.

Kontradiktif.

Dunia kecil ini, walaupun kecil, tersemat padanya secuil kekayaan Ilahi.

Terpendam dalam kepengecutan yang men-tanahair dalam jiwa-jiwanya.

Membuatnya bungkam walau ditelan mentah-mentah gelap yang menyengsarakan.

Disesaki kepengapan yang merasuk deras.



sendiri.2008

Tidak ada komentar:

Posting Komentar